Di sini boleh ngawur, ketawa, misuh, teriak dan sebagainya karena blog ini hanya TA-KAN-TAH. Takantah berarti tidak sungguhan, bisa fiktif belaka, namun blog ini nyata.
  • Maaf dan Terimakasih

    Kata "Maaf" dan "Terimakasih" bukan ungkapan basa-basi. Ia adalah kualitas kemanusiaanmu

  • Gak Usah Ember

    Ada banyak hal yang tidak perlu diumbar ke orang lain, biar kemesraan hanya milik kita. Sekalipun itu telah jadi kenangan.

  • Dua Tangan

    Jika ocehanmu tak bermutu, ngocehlah sama tanganku.

  • Terpisah Rak Buku

    Maka apa yang lebih mesra dari sepasang kekasih yang terpisah rak buku?.

Friday, August 26, 2016

NAMA YANG LANGKA


Entah dari mana kakekku dapat inspirasi menamaiku 'Muktir'. Orang-orang pada kesulitan melafalkannya. Sudah sangat sering mereka semena-mena mengganti namaku jadi Muftir, Mukhtir, Muhtir, Mukti, dan yang paling menjengkelkan jadi Muhotir. Ini sungguh tindakan kejam dan jahanam, tapi meski begitu mereka tetap kudoakan masuk surga bahkan jika perlu segera. 

Selain itu, sampai sekarang aku belum tahu arti Muktir. hahaha. Tanya ke dua orang tua, mereka gak bisa ngasih kepastian apa artinya. Mau tanya langsung ke kakek, beliau sudah lama meninggal dunia (alfaatihah). Jadilah sampai sekarang aku kebingungan jawab jika ditanya apa arti namaku.

Uniknya nih, tidak kutemukan nama yang persis sama dengan namaku. Sampai akhirnya aku lolos seleksi kampus di Guluk-Guluk dan gilanya, ada satu calon mahasiswa juga lolos seleksi di jurusan yang sama denganku dan dia memiliki nama terabsurd seantero jagad raya, yakni "MUKTIR". Melihat itu, aku tertawa sepuasnya sampai nangis (sudah lupakan, ini terlalu lebay). Bedanya namaku ada embelnya Muktir Rahman dan dia hanya Muktir. 

Muktir dan Muktir Rahman; sedang ngotak atik software terbaru


Lebihnya, dua Muktir ini hampir memiliki kesamaan saat kuliah, sama-sama lebih sering nongkrong di warnet kampus saat jam kuliah. Mungkin karena hal itulah dua mahluk spesisal ini bisa akrab 24 jam.


Pernah aku iseng searching di google dengan keyword namaku. Hasil yang muncul justru orang India, dan sepertinya dia tokoh apa gitu...




Dalam keadaan bagaimanapun, aku bangga dan senang memiliki nama Muktir untuk dan karena alasan yang tidak ingin kuceritakan... heu heu...



>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Sunday, July 3, 2016

Mudik Bersama Muktir Rahman (versi Umarul Faruq)


"Tir, gerimis" tegurku dari jok belakang motor Smash 110 cc yang melaju dengan kecepatan keong. Ini fakta! Surabaya kalau sudah macet memang sebelas duabelas sama Jakarta. Ratusan kendaraan berdesak-desakan berebut jalan, dari yang roda dua sampai yang roda enam, semua menunggu lampu hijau menyala.
"Lanjut?" tanyanya
"Lanjut!" jawabku singkat, "Kita istirahat habis jembatan Suramadu saja"
Ini adalah lampu merah terlama di Surabaya yang saya tahu. Di depan sana Jl. Kenjeran yang menuju jalan akses jembatan Suramadu sudah kelihatan, tetapi untuk sampai ke sana kok rasanya lama sekali. Aku yakin dalam kondisi seperti ini tak peduli mobil sport atau motor butut, semua sama seperti siput.
Gerimis semakin deras, dan tak lama kemudian sudah berubah menjadi hujan. Padahal kami masih di Jl. Kenjeran. Jika mau, kami bisa saja berhenti dan berteduh di sisi jalan menunggu hujan reda. Tetapi itu tidak kami lakukan. Sekalipun pakain sudah basah, tas ransel dan CPU terancam kemasukan air juga, kami nekat menerobos hujan yang semakin menjadi. Aku silangkan kedua tanganku di atas tas ransel yang aku pangku dengan maksud melindunginya dari tetes air hujan. Meski itu sama sekali tidak berguna.
"Beneran lanjut?" tanya Muktir memastikan
"Ayo, lanjut aja" mantap kujawab meski sebenarnya ada sedikit waswas dengan kondisi isi tas ransel dan CPU.
Mesin terus menderu. Sebentar lagi masuk jembatan Suramadu. Jalan yang tergenang air hujan menjadi licin dan menuntut semua pengendara menurunkan kecepatan. Tapi, sepertinya itu tidak berlaku bagi Muktir. Entah karena terburu-buru atau bagaimana, dia tetap menarik gas kencang. Dari balik kaca helm aku lihat di sekitar jembatan Suramadu yang biasanya terlihat pemandangan kota Surabaya, Bangkalan dan Selat Madura, kali ini tidak terlihat sama sekali. Yang terlihat hanya kabut tebal menghalangi pandangan. Bahkan, pandangan ke jalan di depan hanya sebatas belasan meter saja. Satu-satunya batas jalan yang terlihat jelas hanya pagar jembatan di sisi kanan dan kiri kami. Sementara garis marka hanya terlihat samar-samar, begitu pun nyala lampu belakang kendaraan di depan kami.
Sempat terpikir untuk mengabadikan momen ini dengan kamera. Momen yang betul-betul luar biasa, sayang sekali jika terlewatkan begitu saja. Masalahnya aku belum mau mengorbankan ponselku yang belum anti air, dan Muktir pun berpikiran sama. Segila-gilanya Muktir (dan aku tentunya) ternyata belum sepenuhnya kehilangan akal sehat. Aku bersyukur akan hal itu.
Setelah melewati jembatan, kami berteduh di sebuah musolla kecil di sisi kiri jalan. Bukan karena kapok kehujanan, tetapi karena kami belum shalat Ashar. Ada toilet yang cukup luas di belakang musolla tempat kami membersihkan diri (note: tidak barengan kok). Dengan celana dan baju yang masih basah kami shalat Zhuhur sekaligus Ashar secara jama' ta'khir. Ini adalah kali pertama aku shalat dengan pakaian basah kuyup. Serius! Ada sensai luar biasa yang aku rasakan.
Karena maghrib belum tiba, perjalanan kami lanjutkan. Waktu maghrib baru tiba saat kemi mendekati Tangkel. Kami buka puasa sekaligus shalat Maghrib dan Isyaa di sebuah rumah makan di Tangkel. Dan ini adalah kali kedua aku shalat dengan pakaian basah, meski tidak sebasah waktu di Suramadu. Tetes air hujan masih belum juga reda. Setelah Makan dan shalat, kami melanjutkan perjalan lagi menuju Sumenep.
Dari Bangkalan ke Kapedi, Sumenep kira-kira berjarak 140 km, kami tempuh dalam waktu 3 jam-an. Memang lebih lambat dari ekspektasi kami, tetapi kami punya alasan. Ya, hujan sepanjang perjalanan membuat kami tidak bisa melaju dengan kecepatan maksimal. Sepertinya hari ini hujan turun merata di seluruh pulau Madura.
Kami tiba di rumah Muktir, Kapedi sekitar jam 21.30. Tidak usah ditanya seperti apa kondisi kami ketika sampai, kami tidak sempat ngaca. Yang pasti malam itu saya menginap di rumah Muktir dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kedinginan. Segala posisi tidur sudah saya coba untuk menghangatkan badan; dari meringkuk, memeluk lutut, menutup kepala dengan bantal, hingga menyelipkan kedua tangan di sela paha, tapi tidak satupun yang benar-benar berhasil mengusir rasa dingin. Derita seorang jomblo emang menyakitkan, bro! Tapi, sejomblo-jomblonya kami, akal sehat masih tetap berlaku. Wanita tetap jauh lebih menarik daripada laki-laki. Kami tidur di kamar terpisah.Haha
But overall, I was very impressed with this trip. This is an amazing experience. I'll never forget it, Thank you so much, Muktir Rahman!

( sumber dari laman facebook Faruq )
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Saturday, July 2, 2016

Mudik Bersama Umarul Faruq

Dia sahabatku. Memiliki minat hampir serupa pada komputer, software, komik, anima dan game. Selain itu, sepertinya kami tidak memiliki kemiripan.
Kami satu kelas di S1 dan lulus bersamaan. Selesai kuliah S1 dia merantau ke Bekasi sedang aku ke Malang. Kami sama-sama melanjutkan kuliah di jurusan yang sama. Meski jasad kami terpisah jarak ratusan kilo meter, tapi hati tetap dekat. Komunikasi selalu terjalin, dan hal yang menjaga komunikasi itu tentu saja komik, komputer dan kuliah. Tentang pacar? Sepertinya tidak pernah. Entahlah, aku lupa nanti kutanya Umarul Faruq apa pernah bahas pacar.
Kemarin sebelum berangkat mudik dari Bekasi, dia WA aku. Lantas aku minta dia untuk mampir ke tempatku dan mudik bareng naik motor.
Inilah mudik pertamaku bersama Faruq. Petualangan pun dimulai.
Motor smash 110cc berplat N telah kupersiapkan sebagai armada mudik kami. Barang bawaan; dua tas ransel ukuran sedang isi penuh, banner ukuran 12 x 9 meter pesanan Bapak untuk dibuat ngejemur jagung, dan CPU. Banner dan satu tas taruh depan, CPU di tengah dan satu tas lagi digendong Faruq. Kemudi aku yang pegang. Sudah siap, kami gooo.
Perjalanan sempat terhenti di Lawang karena hujan deras. Sedangkan kami tidak bawa jas hujan untuk melanjutkan perjalanan. Bukan perkara kami takut mencair karena terguyur hujan, tapi tas ransel milik Faruq tidak dilengkapi parasut anti air padahal di dalamnya ada laptop dan baju. Setelah melalui pertimbangan nekat, bahwa hujan hanya turun di daerah Lawang sedang kota berikutnya tidak, kami berasumsi jikapun baju basah nanti pasti kering di perjalanan. Kami pun lanjut, dan ternyata betul sesampainya di Pandaan terik matahari siang menghangatkan kami.
Namun sayang, cuaca cerah tidak berlaku di Surabaya. Tepatnya di daerah Kapasan sebelum Suramadu, yang terdapat rambu lalu lintas lampu merahnya 198 detik dan hijau 45 detik, rintik hujan mulai terasa. Hujan makin lebat saat memasuki jembatan Suramadu dan puncaknya di tengah jembatan hujan sangat deras disertai angin kencang. Kecepatan laju motor tetap kupertahankan di kisaran 80-100 km/jam meski jalan tidak begitu jelas dalam pandangan.
Tubuh kami basah kuyup. Tanganku mulai keriput. Faruq mengeluh pegal. Di musolla pinggir Tol Suramadu sisi Madura kami berteduh, sekalian salat jamak dzuhur dan asar. Kami salat dalam keadaan kuyup. Selesai salat, hujan belum reda namun kami lanjutkan perjalanan dan mampir di warung makan Gresik-Madura, di Tangkel Bangkalan. Di sanalah, dalam keadaan baju basah, kami berbuka puasa. Sekalian menjamak salat maghrib dan isak di musolla aset warung makan itu.

Petualangan berlanjut. Kami menerobos hujan dalam perjalanan Bangkalan-Sumenep di saat malam mulai menjelma. Sempat mampir sebentar untuk istirahat di pom bensin kota Sampang, kemudian lanjut jalan sampai Sumenep. Total 4 kali kami istirahat, sesuatu yang sebelumnya tidak kulakukan. Kami berangakat jam 14.00 dan sampainya di rumahku sekitar jam 21.27. Jadi perjalanan 240 KM yang biasanya bisa kutempuh dalam 6 jam, kali ini harus 8 jam. Aku dan Faruq langsung tepar di kamar. Tidak ada penyambutan kedatangan kami, sebab di rumah sedang kosong, entah orang orang pada ke mana.
Begitulah akhirnya, aku dan Faruq tertidur dalam keadaan menggigil. Demi kenyamanan bersama kami tidur di kamar berbeda, tersebab kami sama sama jomblo.

(bisa baca di postingan fb-ku)
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Wednesday, June 22, 2016

Ketika Imam "Tarawih" Baca Surat-Surat Panjang


Ini cerita saya. Murni pengalaman pribadi. Bukan fiktif belaka.
Saat tarawih tadi, puasa malam ke 19, imam membaca Surah pendek setelah bacaan Al-Fatehah cukup panjang, kurang lebih dari 2 menit (entahlah aku kurang tahu pasti, yang jelas itu imam lama baca suratnya). Dan itu mampu bikin pikiranku melamunkan gebetan yang entah sekarang sudah punya kekasih atau masih, meminjam bahasa K. M. Faizi, tawar menawar asmara. Padahal sudah kulupakan, tapi dia muncul lagi dalam lamunan saat aku harusnya menyatukan pikiran ngadep Tuhan. Oleh karena demi menepis lamunan saat imam baca surah panjang, maka saya memperlama sujud dan baru berdiri nanti setelah kira kira bacaan Imam separuh bacaan.

Hasil gambar untuk Imam tarawih
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Thursday, June 16, 2016

Ketika Anak TK Disuruh Tarawih.


Sehabis salat jamaah isyak di Masjid Al Falah, Malang, dari ujung belakang saf salat terdengar tangis sesenggukan anak kecil. Kejadiannya berlangsung tadi, malam puasa ke 11. Anak itu menangis cukup lama, hingga imam selesai bacaan doa sehabis dzikirnya anak itu masih menangis. Kali ini tangisnya tersengal-sengal seperti sesak nafas. Ada seorang bapak-bapak coba menenangkannya, namun percuma. Aku yang berada tepat di belakang imam dengan nerobos barisan jamaah coba menghampiri. Kutanya dia kenapa, dijawab tangis. Kugendong dia ke luar masjid dan coba menenangkannya, lalu terjadilah dialog mengejutkan;
Aku; ada apa, kok nangis?

Anak TK; (sambil terbata menahan tangis) aku disenggol Zafi. Dia bilang di masjid ga ada ayah. Aku cari ga ada, adanya di rumah. Aku ga mau salat tapi disuruh ayah ke masjid. Aku ga mau sendirian.
sumber: google
Rupanya anak itu sedang (mungkin) panas panasan dengan beberapa temannya. Temannya itu ke masjid bareng orang tua mereka, sedang si anak TK berangkat bareng kakaknya yang dua tahun lebih tua. Dia nangis, mungkin malu, karena tidak bisa mengelukan ayahnya sedang ikut jamaah tarawih.

Akhirnya anak itu kuantar ke rumah orang tuanya. Semoga saat nyampe rumah bapak dan ibunya tanya kenapa dia pulang dan si anak menjawab seperti yg dia ceriakan ke saya.
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Tuesday, March 15, 2016

Saudara Ke Lima Bernama Faiz

Dia perempuan ketiga yang buat aku terkesan. Wajahnya cantik, hidungnya mancung, giginya sedikit bertaring menambah kesan cantik saat tersenyum dan menurutku dia 11/12 --meski suaranya sama sekali tak semerdu-- Avril Lavigne.
Sejak pertama kali kenal (tak kuingat kapan) banyak hal telah kami lalui bersama, pahit dan manisnya perjalanan kehidupan. Kami sering berbagi tawa dan tangis. Kami sering kompak dan tidak jarang pula berselisih. Sering bercanda sekaligus bertengkar hebat, bahkan aku pernah melemparkan belati ke arah wajahnya tapi untung meleset dan kalau sampai melukai wajahnya aku akan menyesal seumur hidup.
Aku memanggilnya Bhuk Faiz, saudara perempuan terunik. Sejak dulu dia lebih mirip laki-laki daripada kodrat sebagai perempuan seperti kebanyakan perempuan di kampung kami. Tidak suka make up terlebih pake lipstik, namun dIa berjilbab meski bukan jilbab bermodel mukena (yang katanya) syar’i. Waktu kanak hanya dia yang mampu memberikan pemandangan berbeda tentang perempuan, bahwa perempuan itu tidak melulu bermain boneka tapi juga perang-perangan, layangan, kelereng, panjat pohon dan sejenisnya. Saat di pondok ketika pentas drama atau teater dia selalu kebagian peran sebai lelaki. Bhuk Faaiz memang perempuan perkasa 
Sumber foto dari laman facebooknya
Karena keperkasaannya itulah tidak jarang dia berkelahi denganku. Sebetulnya belum ditentukan siapa yang lebih kuat di antara kami, karena perkelahian selalu dipaksa berakhir imbang oleh orang tua kami.
Ah, tapi sekarang dia sudah berkeluarga dan sejak berkeluarga tidak tampak lagi sifat maskulin padanya kecuali sebagai ibu rumah tangga yang perkasa. Mengurusi keluarga kecilnya.
Sebetulnya masih banyak yang ingin kutulis tentang KW-an Avril Lavigne ini, tapi jariku keburu kriting ngetik di hape.
Terakhir, jika aku ditanya siapa perempuan tercantik dan paling berkesan maka aku menjawab pertama Ummi, Kedua Bhuk Atiyah dan ketiga Bhuk Faaiz. Sampai sekarang belum ada perempuan yang lebih berkesan dibanding mereka.


>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Wednesday, January 20, 2016

Maka nikmat manakah yang bisa kudustakan?

"Parseh" dalam bahasa Madura adalah nama tunas kelapa. Pada awal tahun 2011saya dan Mak Tabri, kakak kandung, memborong kelapa yang kering tua di pohon dari pekebun kelapa di Serah Timur, Bluto Sumenep, tidak jauh dari desa kelahiranku. Setelah dengan susah payah menemukan kelapa tua kering di pohon, akhirnya sekitar 800 buah kami dapatkan. Waktu itu harga per buah rata-rata Rp. 1500. Kelapa itu rencana awal untuk dijadikan bibit, kemudian kami distribusikan ke orang yang butuh atau lebih tepatnya ingin menjadikan kampung Sasar (kampung kelahiranku) menjadi sentra kelapa. Hal itu melihat banyaknya lahan menganggur karena sebagian ditinggal merantau mencari kerja oleh pemiliknya.


Sumber: Google



Singkat cerita, kelapa-kelapa itu pun muncul tunasnya sekalipun ada sebagian gagal, alias kering jadi batok. Sekitar tahun 2013 "Parseh" ditawarkan ke masyarakat, sebagian menyambutnya dengan antusias, sebagian besar lainnya tidak berminat.

Minggu kemarin (12/1), saya lihat Parseh masih lumayan banyak. Ada sekitar 100-an pohon, dan rata-rata batok kelapanya sudah lepas.
Sebelum balik ke Malang, Saya sempatkan untuk menanam Parseh itu di beberapa lahan milik keluarga. Saat itu cuaca panas sekali, dan memang sudah hampir setengah bulan tidak turun hujan, padahal sedang musim hujan. Jadilah beberapa orang menanggapi upaya saya dengan nada kwatir parseh yang saya pindahkan itu mati kekeringan. Pasalnya tidak ada tanda-tanda akan hujan dalam minggu-minggu ini dan kebetulan Saya tidak akan menyiraminya karena Saya di Malang.
Kemarin siang adik saya, Muhsin, mengabarkan di Sasar sedang hujan. Hari ini hujan lagi. Itu artinya bayi pohon kelapa akan mendapatkan kehidupan, dan sungguh kabar hujan di Sasar merupakan kabar terindah dan terpuitis yang saya dengar. Itu adalah kabar yang sesungguhnya membuat saya bergembira. Maka nikmat manakah yang bisa kudustakan?
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Sunday, January 17, 2016

Kata Maaf dan Terimakasih (dari sudut mataku)

Kusarikan dari status facebookku

Kata "maaf", "terimakasih" dan yang sepadan maknanya, bukan sekadar ungkapan basa-basi. Ia adalah ungkapan pengakuan.


Mengatakan "Maaf", berarti mengakui pernah salah atau khilaf. Dengan mengakui kesalahan yang diperbuat dan meminta maaf pada yang dirugikan karena ulah (kesalahan) kita, itu pertanda ada upaya memperbaiki kesalahan kita. Upaya memperbaiki itu sendiri adalah suatu pertobatan, dan bertobat termasuk sebaik-baiknya perbuatan.
Saat berbuat salah, sengaja atau pun tidak, segeralah minta maaf. Dengan begitu, orang yang merasa dirugikan seharusnya memaafkan sebagai bentuk penghargaan pada orang yang berusaha menebus kesalahannya itu. Apakah orang yang beruasaha memperbaiki kesalahan harus dihargai? Jika Anda manusia, seharusnya iya.
Memang betul memaafkan itu sulit, terlebih kesalahannya fatal dan sangat menyakitkan. Namun percayalah, lebih sulit meminta maaf daripada memaafkan. Meminta maaf, atau mengucapkan maaf, terkesan hal sepele tapi sesungguhnya tidak. Ada harga diri yang dipertaruhkan, siap direndahkan, dengan mengatakan maaf yang berarti mengakui kesalahan. Seorang bersalah harus menekan egonya, mempertaruhkan harga dirinya, untuk menyatakan maaf. Semakin tinggi derajat seseorang yang berbuat salah dibanding orang yang disalahi, justru semakin berat ia mengucapkan kata maaf.
Saat komentar Anda menyinggung perasaan warga FB, Saat status, komentar, foto atau link yang Anda bagikan membuat jengkel warga FB yang lain, minta maaflah, agar tidak ada yang tersakiti di antara kita. ciee. Jika memang tidak sepaham dengan akun lain, dan lebih sering menimbulkan mudharat, maka saran Saya segeralah minta maaf kepada akun bersangkutan dan katakan Anda akan meremove-nya.
Sedangkan "terimakasih" adalah ungkapan syukur. Ungkapan penghargaan. Diucapkan saat Anda mendapatkan hal menguntungkan, dan diungkapkan kepada yang memberi keuntungan baik Tuhan, Manusia, alam atau siapa/apapun. Diberi kehidupan oleh Tuhan, berterimakasihlah. Mendapati pemandangan indah, berterimakasihlah. Mendapat pemberian dari seseorang, berterimakasihlah. Termasuk mendapat hiburan, informasi, akun FB Anda diAdd atau permintaan pertemanan Anda dikonfirmasi, berterimakasihlah.
Namun begitu, mengucapkan terimakasih seakan mudah namun hal itu jarang dilakukan. Saya sendiri keseringan lupa mengucapkannya. Kadang memang sengaja tidak mengucapkan terimakasih dengan alasan tidak perlu. Semakin kecil "keuntungan" yang diperoleh, semakin sulit mengucapkan terimakasih.
Terimakasih bisa berupa "like". Saat Anda menikmati status, komentar, foto atau link yang dibagikan seAkun lain, maka berterimakasihlah dengan me-like-nya. Karena berterimakasih, bersyukur dan kata yang sesinonim adalah ungkapan sepele yang apabila diungkapkan merupakan sebaik-baiknya perbuatan.
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Sunday, October 18, 2015

Masa Tua Rangga-Cinta Jadi Pencuci Motor?


Menjelang salat asar berjamaah. Sekitar jam 14.00 terbesit pikiran untuk service motor. Seketika itu aku bawa motor Suzuki Smash N 3414 HR ke bengkel. Bengkel terdekat dan menurutku pelayanan berkualitas ada di perempatan jalan Semanding desa Sumber Sekar, + 50 meter dari tempatku, Perum Permata Puncak Sengkaling (PPS).

Kasihan. Motor itu sudah lebih empat bulan tidak kuganti oil, tidak kumandikan dan kuservice. Cukup lama sampai kondisinya memprihatinkan. Aku dari lubuk hati paling dalam merasa kasihan pada motor yang selam ini menemaniku menempuh perjalan dari PPS ke kampus, dari Malang ke Surabaya bahkan dari Malang ke Madura dan sebaliknya. Banyak kisah yang telah kujalani bersama motor berwarna merah itu. Namun kasihan dia memiliki tuan sepertiku. Tidak berprikemotorankah aku?

Lebih dari itu, aku berusaha memperbaiki perlakuanku pada si motor. Kali ini, aku mengganti oil-nya, menservicenya, dan terakhir aku bawa ke tempat cuci motor. Motor super tangguh itu harus mandi biar tambah kece. Loh masak cuma tuannya yang kece dan motornya enggak?

Ada yang menarik. Sewaktu menyusuri jalan mencari tempat cuci motor yang sanggup memberikan pelayanan terbaik untuk si motor terbaik, aku tertarik lihat suatu tempat cuci motor. Bukan karena tempatnya bagus, mewah atau terdapat tanda pelayanan berkualitas modern. Bukan karena itu. Justru tempat ini tidak dilengkapi dengan peralatan modern seperti mesin cuci steam atau salju, tapi tidak terbilang kuno juga sebab di tempat ini ada mesin penyemprot air. Hanya penyemprot. Lalu apa yang menarik?

Nah, yang menarik perhatianku adalah pencuci motor. Jadi begini, sewaktu itu kebetulan sedang ada satu motor Vario 125 cc yang sedang dicuci. Hanya di tampai ini yang kubilang sepi, sebab di rental cuci yang lain setidaknya ada 3 motor plus mobil yang dicuci. Aku memaklumi hal ini, karena rental yang lain lebih menjanjikan pelayanan berkualitas modern.  Si pemilik rental cuci motor adalah seorang kakek-nenek. Umur mereka sekitar 60-70 tahun. Mereka berdua lah yang mencuci motor para pengguna jasa. Kuperhatikan sekilas, cara kerga mereka cekatan, berintegritas dan (yang paling menarik perhatianku) mereka mesra.

Selayaknya sepasang kekasih dibakar asmara kakek-nenek ini mencuci motor dengan perasaan cinta. Pelan, lembut tapi bersih. Padahal ya, si Smash kotorannya tuh sampai berkarang, boleh dibilang “dekil of kuman”. 

Tiba giliran si Smash mandi. Menurutku kakek-nenek akan mengrutu atau paling tidak menyindir si tuan Smash kenapa kotorannya samapai sebegitu memprihatinkannya. Eh, ternyata tiadak. Mereka tersenyum sebagaimana pada tuan motor Vario, senyum yang sama.

Selebihnya pasangan kekasih ini membersihkan si Smash seperti mereka sedang bermesraan. Saling cumbu rayu, saling gelitik, saling memadu kasih dan rindu. Wes, pokoknya joss lah. Kalau digambarkan, kemesraan kakek-nenek ini semesra Rangga dan Cinta di filem AADC. Oh, My Good!!! Jangan-jangan kakek-nenek ini adalah Rangga dan Cinta yang asli? 


Kakek Rangga dan Nenek Cinta, aku penggemar kalian. Tanda tangannya dong, di body smash boleh. Cepet ya, soalnya aku buru-buru mau adzan asar.

>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Wednesday, October 14, 2015

Tahun Baru Islam Harus Bisa HIJRAH dan MOPE ON


Tahun baru Islam. Tepat pada tanggal 14 Oktober 2015 Masehi kalender Hijriah berganti ke posisi bulan pertama, Muharrom. Jika di kalender Masehi ada Januari maka di Hijriah ada Muharrom sebagai penanda bulan awal tahun. Hari Rabu ini, adalah tanggal 1 Muharrom yang artinya tahun baru Hijriah atau lebih dikenal dengan tahun baru Islam.

Hijriah atau hijrah. Munculnya kalender tahun hijriah ditandai dengan peristiwa hijrahnya nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Hijrah sendiri merujuk pada arti pindah, menjahui atau menghindari. Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah disebabkan perlakuan masyarakat Makkah yang kurang bersahabat pada nabi Muhammad, lebih tepatnya mereka menolak ajaran yang dibawa nabi Muhammad. Tekanan, ancaman dan kekerasan dilancarkan oleh masyarakat Makkah kepada nabi Muhammad dan para sahabat. Hal itulah yang kemudian mengharuskan nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Maka kemudian peristiwa itu menjadi pertanda permulaan awal kalender tahun Hijriah. Tahun baru Islam.

Bagi kaum galauers karena putus cinta. Kaum yang mengalami tekanan psikis sebab tak bisa lupakan mantan, ancaman jadi jones (jomblo ngenes), dan kekerasan terhadap perasaan, bisa jadi solusi terbaik untuk bebas dari tekanan itu adalah hijrah. Hijrah dalam hal ini bermakna pindah atau move. Para kaum galauers karena putus cinta harus mulai berpikir untuk hijrah ( move on ) dari perasaan sedih ke perasaan bahagia. Dari tangis ke tawa. Dari ingat mantan ke lupain mantan. Dari pacar lama ke pacar baru (eits, untuk yang ini berlaku bagi yang ingin jadi playboy/plyagirl sejati).

Kenapa harus hijrah?

Sejarah membuktikan dengan hijrah nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, Dia mendapatkan kebebasan dari ancaman, tekanan dan kekerasan seperti ketika di Makkah. Di tempat yang baru, Madinah, nabi Muhammad memperoleh perlakuan berbanding terbalik  dengan tempat yang lama, Makkah. Itu baru sebagian contoh dari hikmah hijrah. Di Indonesia ada ‘artis yang ustadz’ juga memperoleh hikmah dari hijrah, dan hal itu sampai-sampai difilemkan loh dengan judul “Hijrah Cinta”. Weh... kereen.

Nah, bagaimana para kaum galauers karena putus cinta? Ayo mulai sekarang jangan cemberut, semangatlah menghadapi tantangan hidup. Memang kamu mau galau dunia sampai akhirat ya?  Putus cinta bukanlah satu-satunya masalah yang harus kalian hadapi, masih ada masalah yang lebih besar yang harus kalian hadapi yaitu pertanyaan malaikat Mungkar dan Nakir. Jika kamu merasa hancur lebur karena putus cinta, bagaimana nantinya kamu ketika harus menghadapi pertanyaan dua malaikat angker itu?

Mereka akan menanyakan, “Hai engkau, siapa tuhanmu?” jawabmu hanya diam sambil monyongin bibir.

Mungkar tanya, “Apa agamamu?”, jawabmu juga diam tambah cemberut.

Nakir tanya, “Siapa nabimu?”, kamu makin cemberut.

Karena kesal Mungkar membentakmu, “Hey, JAWAB PERTANYAAN KAMI!!”

Tidak kalah keras kamu pun membentak mereka, “HAH? KALIAN YANG BIKIN MASALAH, TERUS AKU YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB? KALIAN TAHU, HATIKU HANCUR LEBUR. PERASANNKU TERCABIK, PERIH. DAN KALIAN TEGA MASIH MEMBEBANKAN PERMASALAHAN YANG KALIAN BUAT KE AKU????”

*Lalu tunggu jawaban Mungkar dan Nakir. koplAk

Hijrah bagi kaum galauers adalah dengan moPE on. Jika putus cinta dengan seorang kekasih, maka hijrahkan cintamu ke kekasih yang lain. Masih banyak tempat, maksudku hati, yang bisa kamu jadikan tempat untuk hijrahkan cintamu.

Di awal tahun hijriah ini Rabu, 01 Muharrom 1437, bulatkan tekadmu untuk hijrah dari galau ke semangat. Hijrahkan perasaan dari dengki ke lapang dada, dari maksiat ke taat, dari riya’ ke ikhlas, dari lupa atau lalai  Tuhan ke ingat Tuhan.

Dan satu hal paling penting, hijrahkan diri dari PACARAN ke PERNIKAHAN.

Wallahua’lam.
Malang, 1 Muharrom 1437


>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Muktir Rahman

Muktir Rahman
Muktir adalah nama langka, tidak banyak yang memilikinya, di Negeri ini. Sulit diucapkan, sulit dihafal tapi tidak sulit dikenang.
TA KAN TAH. Powered by Blogger.

My Blog List

Labels