Di sini boleh ngawur, ketawa, misuh, teriak dan sebagainya karena blog ini hanya TA-KAN-TAH. Takantah berarti tidak sungguhan, bisa fiktif belaka, namun blog ini nyata.
  • Maaf dan Terimakasih

    Kata "Maaf" dan "Terimakasih" bukan ungkapan basa-basi. Ia adalah kualitas kemanusiaanmu

  • Gak Usah Ember

    Ada banyak hal yang tidak perlu diumbar ke orang lain, biar kemesraan hanya milik kita. Sekalipun itu telah jadi kenangan.

  • Dua Tangan

    Jika ocehanmu tak bermutu, ngocehlah sama tanganku.

  • Terpisah Rak Buku

    Maka apa yang lebih mesra dari sepasang kekasih yang terpisah rak buku?.

Wednesday, June 22, 2016

Ketika Imam "Tarawih" Baca Surat-Surat Panjang


Ini cerita saya. Murni pengalaman pribadi. Bukan fiktif belaka.
Saat tarawih tadi, puasa malam ke 19, imam membaca Surah pendek setelah bacaan Al-Fatehah cukup panjang, kurang lebih dari 2 menit (entahlah aku kurang tahu pasti, yang jelas itu imam lama baca suratnya). Dan itu mampu bikin pikiranku melamunkan gebetan yang entah sekarang sudah punya kekasih atau masih, meminjam bahasa K. M. Faizi, tawar menawar asmara. Padahal sudah kulupakan, tapi dia muncul lagi dalam lamunan saat aku harusnya menyatukan pikiran ngadep Tuhan. Oleh karena demi menepis lamunan saat imam baca surah panjang, maka saya memperlama sujud dan baru berdiri nanti setelah kira kira bacaan Imam separuh bacaan.

Hasil gambar untuk Imam tarawih
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Thursday, June 16, 2016

Ketika Anak TK Disuruh Tarawih.


Sehabis salat jamaah isyak di Masjid Al Falah, Malang, dari ujung belakang saf salat terdengar tangis sesenggukan anak kecil. Kejadiannya berlangsung tadi, malam puasa ke 11. Anak itu menangis cukup lama, hingga imam selesai bacaan doa sehabis dzikirnya anak itu masih menangis. Kali ini tangisnya tersengal-sengal seperti sesak nafas. Ada seorang bapak-bapak coba menenangkannya, namun percuma. Aku yang berada tepat di belakang imam dengan nerobos barisan jamaah coba menghampiri. Kutanya dia kenapa, dijawab tangis. Kugendong dia ke luar masjid dan coba menenangkannya, lalu terjadilah dialog mengejutkan;
Aku; ada apa, kok nangis?

Anak TK; (sambil terbata menahan tangis) aku disenggol Zafi. Dia bilang di masjid ga ada ayah. Aku cari ga ada, adanya di rumah. Aku ga mau salat tapi disuruh ayah ke masjid. Aku ga mau sendirian.
sumber: google
Rupanya anak itu sedang (mungkin) panas panasan dengan beberapa temannya. Temannya itu ke masjid bareng orang tua mereka, sedang si anak TK berangkat bareng kakaknya yang dua tahun lebih tua. Dia nangis, mungkin malu, karena tidak bisa mengelukan ayahnya sedang ikut jamaah tarawih.

Akhirnya anak itu kuantar ke rumah orang tuanya. Semoga saat nyampe rumah bapak dan ibunya tanya kenapa dia pulang dan si anak menjawab seperti yg dia ceriakan ke saya.
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Tuesday, March 15, 2016

Saudara Ke Lima Bernama Faiz

Dia perempuan ketiga yang buat aku terkesan. Wajahnya cantik, hidungnya mancung, giginya sedikit bertaring menambah kesan cantik saat tersenyum dan menurutku dia 11/12 --meski suaranya sama sekali tak semerdu-- Avril Lavigne.
Sejak pertama kali kenal (tak kuingat kapan) banyak hal telah kami lalui bersama, pahit dan manisnya perjalanan kehidupan. Kami sering berbagi tawa dan tangis. Kami sering kompak dan tidak jarang pula berselisih. Sering bercanda sekaligus bertengkar hebat, bahkan aku pernah melemparkan belati ke arah wajahnya tapi untung meleset dan kalau sampai melukai wajahnya aku akan menyesal seumur hidup.
Aku memanggilnya Bhuk Faiz, saudara perempuan terunik. Sejak dulu dia lebih mirip laki-laki daripada kodrat sebagai perempuan seperti kebanyakan perempuan di kampung kami. Tidak suka make up terlebih pake lipstik, namun dIa berjilbab meski bukan jilbab bermodel mukena (yang katanya) syar’i. Waktu kanak hanya dia yang mampu memberikan pemandangan berbeda tentang perempuan, bahwa perempuan itu tidak melulu bermain boneka tapi juga perang-perangan, layangan, kelereng, panjat pohon dan sejenisnya. Saat di pondok ketika pentas drama atau teater dia selalu kebagian peran sebai lelaki. Bhuk Faaiz memang perempuan perkasa 
Sumber foto dari laman facebooknya
Karena keperkasaannya itulah tidak jarang dia berkelahi denganku. Sebetulnya belum ditentukan siapa yang lebih kuat di antara kami, karena perkelahian selalu dipaksa berakhir imbang oleh orang tua kami.
Ah, tapi sekarang dia sudah berkeluarga dan sejak berkeluarga tidak tampak lagi sifat maskulin padanya kecuali sebagai ibu rumah tangga yang perkasa. Mengurusi keluarga kecilnya.
Sebetulnya masih banyak yang ingin kutulis tentang KW-an Avril Lavigne ini, tapi jariku keburu kriting ngetik di hape.
Terakhir, jika aku ditanya siapa perempuan tercantik dan paling berkesan maka aku menjawab pertama Ummi, Kedua Bhuk Atiyah dan ketiga Bhuk Faaiz. Sampai sekarang belum ada perempuan yang lebih berkesan dibanding mereka.


>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Wednesday, January 20, 2016

Maka nikmat manakah yang bisa kudustakan?

"Parseh" dalam bahasa Madura adalah nama tunas kelapa. Pada awal tahun 2011saya dan Mak Tabri, kakak kandung, memborong kelapa yang kering tua di pohon dari pekebun kelapa di Serah Timur, Bluto Sumenep, tidak jauh dari desa kelahiranku. Setelah dengan susah payah menemukan kelapa tua kering di pohon, akhirnya sekitar 800 buah kami dapatkan. Waktu itu harga per buah rata-rata Rp. 1500. Kelapa itu rencana awal untuk dijadikan bibit, kemudian kami distribusikan ke orang yang butuh atau lebih tepatnya ingin menjadikan kampung Sasar (kampung kelahiranku) menjadi sentra kelapa. Hal itu melihat banyaknya lahan menganggur karena sebagian ditinggal merantau mencari kerja oleh pemiliknya.


Sumber: Google



Singkat cerita, kelapa-kelapa itu pun muncul tunasnya sekalipun ada sebagian gagal, alias kering jadi batok. Sekitar tahun 2013 "Parseh" ditawarkan ke masyarakat, sebagian menyambutnya dengan antusias, sebagian besar lainnya tidak berminat.

Minggu kemarin (12/1), saya lihat Parseh masih lumayan banyak. Ada sekitar 100-an pohon, dan rata-rata batok kelapanya sudah lepas.
Sebelum balik ke Malang, Saya sempatkan untuk menanam Parseh itu di beberapa lahan milik keluarga. Saat itu cuaca panas sekali, dan memang sudah hampir setengah bulan tidak turun hujan, padahal sedang musim hujan. Jadilah beberapa orang menanggapi upaya saya dengan nada kwatir parseh yang saya pindahkan itu mati kekeringan. Pasalnya tidak ada tanda-tanda akan hujan dalam minggu-minggu ini dan kebetulan Saya tidak akan menyiraminya karena Saya di Malang.
Kemarin siang adik saya, Muhsin, mengabarkan di Sasar sedang hujan. Hari ini hujan lagi. Itu artinya bayi pohon kelapa akan mendapatkan kehidupan, dan sungguh kabar hujan di Sasar merupakan kabar terindah dan terpuitis yang saya dengar. Itu adalah kabar yang sesungguhnya membuat saya bergembira. Maka nikmat manakah yang bisa kudustakan?
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Sunday, January 17, 2016

Kata Maaf dan Terimakasih (dari sudut mataku)

Kusarikan dari status facebookku

Kata "maaf", "terimakasih" dan yang sepadan maknanya, bukan sekadar ungkapan basa-basi. Ia adalah ungkapan pengakuan.


Mengatakan "Maaf", berarti mengakui pernah salah atau khilaf. Dengan mengakui kesalahan yang diperbuat dan meminta maaf pada yang dirugikan karena ulah (kesalahan) kita, itu pertanda ada upaya memperbaiki kesalahan kita. Upaya memperbaiki itu sendiri adalah suatu pertobatan, dan bertobat termasuk sebaik-baiknya perbuatan.
Saat berbuat salah, sengaja atau pun tidak, segeralah minta maaf. Dengan begitu, orang yang merasa dirugikan seharusnya memaafkan sebagai bentuk penghargaan pada orang yang berusaha menebus kesalahannya itu. Apakah orang yang beruasaha memperbaiki kesalahan harus dihargai? Jika Anda manusia, seharusnya iya.
Memang betul memaafkan itu sulit, terlebih kesalahannya fatal dan sangat menyakitkan. Namun percayalah, lebih sulit meminta maaf daripada memaafkan. Meminta maaf, atau mengucapkan maaf, terkesan hal sepele tapi sesungguhnya tidak. Ada harga diri yang dipertaruhkan, siap direndahkan, dengan mengatakan maaf yang berarti mengakui kesalahan. Seorang bersalah harus menekan egonya, mempertaruhkan harga dirinya, untuk menyatakan maaf. Semakin tinggi derajat seseorang yang berbuat salah dibanding orang yang disalahi, justru semakin berat ia mengucapkan kata maaf.
Saat komentar Anda menyinggung perasaan warga FB, Saat status, komentar, foto atau link yang Anda bagikan membuat jengkel warga FB yang lain, minta maaflah, agar tidak ada yang tersakiti di antara kita. ciee. Jika memang tidak sepaham dengan akun lain, dan lebih sering menimbulkan mudharat, maka saran Saya segeralah minta maaf kepada akun bersangkutan dan katakan Anda akan meremove-nya.
Sedangkan "terimakasih" adalah ungkapan syukur. Ungkapan penghargaan. Diucapkan saat Anda mendapatkan hal menguntungkan, dan diungkapkan kepada yang memberi keuntungan baik Tuhan, Manusia, alam atau siapa/apapun. Diberi kehidupan oleh Tuhan, berterimakasihlah. Mendapati pemandangan indah, berterimakasihlah. Mendapat pemberian dari seseorang, berterimakasihlah. Termasuk mendapat hiburan, informasi, akun FB Anda diAdd atau permintaan pertemanan Anda dikonfirmasi, berterimakasihlah.
Namun begitu, mengucapkan terimakasih seakan mudah namun hal itu jarang dilakukan. Saya sendiri keseringan lupa mengucapkannya. Kadang memang sengaja tidak mengucapkan terimakasih dengan alasan tidak perlu. Semakin kecil "keuntungan" yang diperoleh, semakin sulit mengucapkan terimakasih.
Terimakasih bisa berupa "like". Saat Anda menikmati status, komentar, foto atau link yang dibagikan seAkun lain, maka berterimakasihlah dengan me-like-nya. Karena berterimakasih, bersyukur dan kata yang sesinonim adalah ungkapan sepele yang apabila diungkapkan merupakan sebaik-baiknya perbuatan.
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Sunday, October 18, 2015

Masa Tua Rangga-Cinta Jadi Pencuci Motor?


Menjelang salat asar berjamaah. Sekitar jam 14.00 terbesit pikiran untuk service motor. Seketika itu aku bawa motor Suzuki Smash N 3414 HR ke bengkel. Bengkel terdekat dan menurutku pelayanan berkualitas ada di perempatan jalan Semanding desa Sumber Sekar, + 50 meter dari tempatku, Perum Permata Puncak Sengkaling (PPS).

Kasihan. Motor itu sudah lebih empat bulan tidak kuganti oil, tidak kumandikan dan kuservice. Cukup lama sampai kondisinya memprihatinkan. Aku dari lubuk hati paling dalam merasa kasihan pada motor yang selam ini menemaniku menempuh perjalan dari PPS ke kampus, dari Malang ke Surabaya bahkan dari Malang ke Madura dan sebaliknya. Banyak kisah yang telah kujalani bersama motor berwarna merah itu. Namun kasihan dia memiliki tuan sepertiku. Tidak berprikemotorankah aku?

Lebih dari itu, aku berusaha memperbaiki perlakuanku pada si motor. Kali ini, aku mengganti oil-nya, menservicenya, dan terakhir aku bawa ke tempat cuci motor. Motor super tangguh itu harus mandi biar tambah kece. Loh masak cuma tuannya yang kece dan motornya enggak?

Ada yang menarik. Sewaktu menyusuri jalan mencari tempat cuci motor yang sanggup memberikan pelayanan terbaik untuk si motor terbaik, aku tertarik lihat suatu tempat cuci motor. Bukan karena tempatnya bagus, mewah atau terdapat tanda pelayanan berkualitas modern. Bukan karena itu. Justru tempat ini tidak dilengkapi dengan peralatan modern seperti mesin cuci steam atau salju, tapi tidak terbilang kuno juga sebab di tempat ini ada mesin penyemprot air. Hanya penyemprot. Lalu apa yang menarik?

Nah, yang menarik perhatianku adalah pencuci motor. Jadi begini, sewaktu itu kebetulan sedang ada satu motor Vario 125 cc yang sedang dicuci. Hanya di tampai ini yang kubilang sepi, sebab di rental cuci yang lain setidaknya ada 3 motor plus mobil yang dicuci. Aku memaklumi hal ini, karena rental yang lain lebih menjanjikan pelayanan berkualitas modern.  Si pemilik rental cuci motor adalah seorang kakek-nenek. Umur mereka sekitar 60-70 tahun. Mereka berdua lah yang mencuci motor para pengguna jasa. Kuperhatikan sekilas, cara kerga mereka cekatan, berintegritas dan (yang paling menarik perhatianku) mereka mesra.

Selayaknya sepasang kekasih dibakar asmara kakek-nenek ini mencuci motor dengan perasaan cinta. Pelan, lembut tapi bersih. Padahal ya, si Smash kotorannya tuh sampai berkarang, boleh dibilang “dekil of kuman”. 

Tiba giliran si Smash mandi. Menurutku kakek-nenek akan mengrutu atau paling tidak menyindir si tuan Smash kenapa kotorannya samapai sebegitu memprihatinkannya. Eh, ternyata tiadak. Mereka tersenyum sebagaimana pada tuan motor Vario, senyum yang sama.

Selebihnya pasangan kekasih ini membersihkan si Smash seperti mereka sedang bermesraan. Saling cumbu rayu, saling gelitik, saling memadu kasih dan rindu. Wes, pokoknya joss lah. Kalau digambarkan, kemesraan kakek-nenek ini semesra Rangga dan Cinta di filem AADC. Oh, My Good!!! Jangan-jangan kakek-nenek ini adalah Rangga dan Cinta yang asli? 


Kakek Rangga dan Nenek Cinta, aku penggemar kalian. Tanda tangannya dong, di body smash boleh. Cepet ya, soalnya aku buru-buru mau adzan asar.

>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Wednesday, October 14, 2015

Tahun Baru Islam Harus Bisa HIJRAH dan MOPE ON


Tahun baru Islam. Tepat pada tanggal 14 Oktober 2015 Masehi kalender Hijriah berganti ke posisi bulan pertama, Muharrom. Jika di kalender Masehi ada Januari maka di Hijriah ada Muharrom sebagai penanda bulan awal tahun. Hari Rabu ini, adalah tanggal 1 Muharrom yang artinya tahun baru Hijriah atau lebih dikenal dengan tahun baru Islam.

Hijriah atau hijrah. Munculnya kalender tahun hijriah ditandai dengan peristiwa hijrahnya nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Hijrah sendiri merujuk pada arti pindah, menjahui atau menghindari. Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah disebabkan perlakuan masyarakat Makkah yang kurang bersahabat pada nabi Muhammad, lebih tepatnya mereka menolak ajaran yang dibawa nabi Muhammad. Tekanan, ancaman dan kekerasan dilancarkan oleh masyarakat Makkah kepada nabi Muhammad dan para sahabat. Hal itulah yang kemudian mengharuskan nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Maka kemudian peristiwa itu menjadi pertanda permulaan awal kalender tahun Hijriah. Tahun baru Islam.

Bagi kaum galauers karena putus cinta. Kaum yang mengalami tekanan psikis sebab tak bisa lupakan mantan, ancaman jadi jones (jomblo ngenes), dan kekerasan terhadap perasaan, bisa jadi solusi terbaik untuk bebas dari tekanan itu adalah hijrah. Hijrah dalam hal ini bermakna pindah atau move. Para kaum galauers karena putus cinta harus mulai berpikir untuk hijrah ( move on ) dari perasaan sedih ke perasaan bahagia. Dari tangis ke tawa. Dari ingat mantan ke lupain mantan. Dari pacar lama ke pacar baru (eits, untuk yang ini berlaku bagi yang ingin jadi playboy/plyagirl sejati).

Kenapa harus hijrah?

Sejarah membuktikan dengan hijrah nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, Dia mendapatkan kebebasan dari ancaman, tekanan dan kekerasan seperti ketika di Makkah. Di tempat yang baru, Madinah, nabi Muhammad memperoleh perlakuan berbanding terbalik  dengan tempat yang lama, Makkah. Itu baru sebagian contoh dari hikmah hijrah. Di Indonesia ada ‘artis yang ustadz’ juga memperoleh hikmah dari hijrah, dan hal itu sampai-sampai difilemkan loh dengan judul “Hijrah Cinta”. Weh... kereen.

Nah, bagaimana para kaum galauers karena putus cinta? Ayo mulai sekarang jangan cemberut, semangatlah menghadapi tantangan hidup. Memang kamu mau galau dunia sampai akhirat ya?  Putus cinta bukanlah satu-satunya masalah yang harus kalian hadapi, masih ada masalah yang lebih besar yang harus kalian hadapi yaitu pertanyaan malaikat Mungkar dan Nakir. Jika kamu merasa hancur lebur karena putus cinta, bagaimana nantinya kamu ketika harus menghadapi pertanyaan dua malaikat angker itu?

Mereka akan menanyakan, “Hai engkau, siapa tuhanmu?” jawabmu hanya diam sambil monyongin bibir.

Mungkar tanya, “Apa agamamu?”, jawabmu juga diam tambah cemberut.

Nakir tanya, “Siapa nabimu?”, kamu makin cemberut.

Karena kesal Mungkar membentakmu, “Hey, JAWAB PERTANYAAN KAMI!!”

Tidak kalah keras kamu pun membentak mereka, “HAH? KALIAN YANG BIKIN MASALAH, TERUS AKU YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB? KALIAN TAHU, HATIKU HANCUR LEBUR. PERASANNKU TERCABIK, PERIH. DAN KALIAN TEGA MASIH MEMBEBANKAN PERMASALAHAN YANG KALIAN BUAT KE AKU????”

*Lalu tunggu jawaban Mungkar dan Nakir. koplAk

Hijrah bagi kaum galauers adalah dengan moPE on. Jika putus cinta dengan seorang kekasih, maka hijrahkan cintamu ke kekasih yang lain. Masih banyak tempat, maksudku hati, yang bisa kamu jadikan tempat untuk hijrahkan cintamu.

Di awal tahun hijriah ini Rabu, 01 Muharrom 1437, bulatkan tekadmu untuk hijrah dari galau ke semangat. Hijrahkan perasaan dari dengki ke lapang dada, dari maksiat ke taat, dari riya’ ke ikhlas, dari lupa atau lalai  Tuhan ke ingat Tuhan.

Dan satu hal paling penting, hijrahkan diri dari PACARAN ke PERNIKAHAN.

Wallahua’lam.
Malang, 1 Muharrom 1437


>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Sunday, December 14, 2014

Makan Secukupnya Vs Makan Sepuasnya


Pernah punya pengalaman makan di restoran, depot, atau warung makan? Bukan untuk pamer, karena itu saya tidak akan menyebutkan seberapa sering saya makan di tempat seperti itu :-). Yang sedang menarik untuk kubahas adalah seberapa sering saya menemukan seseorang yang makan di restoran, depot atau warung. Mereka yang kumaksud di sini memilki kebiasaan yang menarik perhatianku.
Pernahkah kamu menyaksikan dengan mata sendiri orang makan tapi tidak dihabiskan? Dia itu menyisakan makanannya, yang sepertinya menurut kita mampu dihabiskan. Entah itu menyisakan nasi yang tinggal sesuap, atu lontong yang tinggal sepotong, bakso yang tinggal satu pentol atau lauk, telor, sepotong tempe atau tahu yang seukuran foto 3 x 4 cm. Saya sering menemukan orang yang demikian, dan sungguh akhir-akhir ini saya tertarik pada mereka.
Di sekitar kampus  di Malang; UIN, UMM, UB,UM, UNISMA  dan lainya tidak jarang terdapat warung makan dengan aneka masakan yang mengundang selera. Setiap harinya selalu ada pengunjung yang makan di sana. Banyaknya pengunjung yang butuh makan, sampai terkadang antre, mengundang minat pengusaha yang lain untuk juga membuka warung makan. Demi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan tentunya dengan tujuan meraup rupiah dari mereka. Persaingan pun terjadi. Berbagai trik pelayanan diterapkan agar jualan tidak kalah laris dari warung tetangga. Salah satunya yang marak dan familiyar adalah pengunjung bebas mengambil makanan sendiri sesuai selera mereka dengan harga murah.
Suatu ketika saya makan di warung makan dekat salah satu kampus di Malang. Saat itu sedang antre untuk ambil nasi, dan kebetulan saya ada di belakang seorang laki-laki dan perempuan. Dilihat dari penampilannya jelas mereka mahasiswa. Yang laki-laki mengenakan celana-pensil-jeans berwarna sama dengan sepatunya, hitam. Dipadu kemeja batik khas Pekalongan warna biru dengan pena warna hitam menyembul dari saku bajunya. Saya perkirakan pena itu sama dengan penaku yang hilang, standard A E 7 Alfa Tip 0.5. Selain itu, dia menggendong tas merek Takker  warna hitam. Sedangkan yang perempuan berjilbab warna merah, bajunya merah pula, dan celana-pensil-jeans warna hitam. Tas yang di pinggirannya kriput, warna coklat, menggelantung di pundak perempuan berkulit putih itu.
Kuperhatikan perempuan di depanku, yang menurut penilaianku cantik, mengambil porsi lebih sedikit dari porsi laki-laki di sampingnya. Kalau nasi yang bertengger di piring si laki-laki separuh piring dan tidak menggunung, malah nasi yang bertengger di piring si perempuan separuhnya lagi. Padahal bagiku, porsi mereka berdua kumakan semua itu baru membuatku kenyang. Jangan-jangan  mereka sebenarnya tidak lapar, cuman sedang mengisi  waktu luang dengan makan? Entahlah. Namun yang jelas, mereka makan terlalu sedikit menurutku.
Sebetulnya saya tidak berniat memerhatikan mereka, jika saja mereka tidak tepat di depanku. Siapa sangka saya malah kebagian tempat duduk yang berhadapan dengan mereka. Akhirnya saya bisa menerka kedua mahasiswa itu datang bersama, dan sepertinya mereka sepasang kekasih. Buktinya sambil bercanda gurau, si perempuan mengusap bekas makanan di pipi si laki-laki dengan tisu. Eh, tapi kok bisa ya bekas makanan itu nempel di pipi si laki-laki, emang bagaimana makannya?
Alhamdulillah, saya selesai makan, perutku terisi dan saya kenyang. Waduh, lagi-lagi perhatianku terpaku kepada mereka. Bagaimana tidak, saya selesai makan tapi mereka belum selesai juga. Padahal porsi yang kuambil lebih banyak dari porsi mereka, seharusnya lebih dulu mereka selesai makannya. Tunggu dulu, ada yang tidak beres. Mereka beranjak dari tempat duduk dan bayar ke kasir, padahal makanan mereka belum habis. Itu aneh menurutku. “Mungkinkah karena makanan di sini tidak enak?”, pikirku. Tapi kuperhatikan sekitar, pengunjungnya banyak dan mereka mayoritas menghabiskan makanannya, tanpa sisa. Pasti ada alasan lain. Sudahlah itu tak penting.
Inginku tidak mengingat kejadian yang kuceritakan di atas, jika saja saya tidak mendapati hal yang serupa. Beberapa kali saya mendapati kejadian yang sama, baik di warung makan atau restoran, orang makan tapi tidak dihabiskan makanannya. Di salah satu warung langgananku saya menemukan kasus serupa dengan orang yang sama lebih dari tiga kali. Ini bukan karena mereka tidak suka makanan yang dibeli, atau karena mereka sedang mengisi waktu luang dengan makan padahal sedang kenyang. Ini seakan jadi tradisi mereka dan tersugesti dalam kebiasaan, “kalau makan jangan dihabiskan”.
Jika benar itu adalah kebiasaan, bagiku sungguh tidak menarik. Mereka menyia-nyiakan makanan dengan begitu mudahnya, justru di saat bersamaan ada saudara sebangsanya yang sedang sekarat karena tidak makan selama berhari-hari.(Baca juga Penyebab Sakit Mah )
Mereka orang terpelajar, mahasiswa, mungkin saja mereka mau beralasan takut Israf, yaitu mengonsumsi (makanan) secara berlebihan. Padahal sudah kenyang tapi masih memaksakan diri makan lagi. Dengan bahasa lain, tamak. Memang benar Israf dilarang dalam Islam sebagaimana terdapat dalam QS. Al-Furqan: 67.  Namun perlu diingat, Mubazir, yaitu berlebihan dalam membelanjakan harta, misal membeli hal yang tidak dibutuhkan, juga dilarang dalam Islam. Istilah lainnya adalah boros. Membeli makanan tapi kemudian makanan itu dibuang adalah mubazir. Coba baca QS. Al-Isra: 26-27 yang artinya, “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkankan (harta) secara boros. Sesunguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan”.
Jika alasannya sudah kenyang, karena itulah tidak menghabiskan makanannya, lalu kenapa mengambil porsi lebih? Jika memang butuh separuh piring kenapa mengambil sepiring penuh? Atau jika butuh sepiring penuh kenapa ngambilnya separuh piring, bukankah itu hanya akan mendzalimi diri sendiri, sedang yang demikian itu tidak baik. Islam menganjurkan makan dan minum selain halal dan baik, juga proporsional. Dalam QS. Al-A’raf ayat 31, artinya “ Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan”.
Tambahan sebagai penutup tulisan ini. Alasan yang lebih tidak bisa diterima adalah, ingin pamer, berlagak sok banyak uang. Ingin menunjukkan bahwa tidak masalah meski makanan yang dibelinya tidak dihabiskan atau bahkan tidak dimakan, karena dia banyak uang. Hal yang demikian adalah sombong, perangai yang sangat buruk.
Wallahua’lam bisshawab…

Malang, 12 Desember 2014
Makan Tidak Usah Banyak Gaya
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Sunday, November 2, 2014

Kembali Merantau I

Pada sekitar tahun 2008-2009 aku pernah merasakan suasana hidup di rantau, kota Surabaya. Sebalum akhirnya pulang ke kampung halaman, Sumenep, aku menyempatkan diri menyimpan tekad untuk merantau kembali di kota yang lain, entah itu Yogyakarta, Jakarta, Semarang atau yang lainnya.

Empat tahun kepulanganku di Sumenep hampir membuat pudar keinginanku merantau kembali. Namun, dasar saja keinginan yang tertanam dalam diri, keinginan itu mulai tumbuh perlahan dan terus tumbuh lalu membuahkan takdir: keinginanku terpenuhi.

Tepatnya pada tanggal 5 Agustus 2014, aku menginjakkan kaki di kota yang sebelumnya tak masuk daftar untukku mengadu nasib di sana. Kota Jakarta, Yogya atau Semarang yang jadi tujuanku malah belum pernah kudatangi. Takdir yang tak bisa disangka; aku mendarat di Malang, kota yang...... (terlalu dini memberi deskripsi kota ini :-) ).

Satu alasan kuat yang membuatku sampai dan akan tinggal di Malang dalam waktu cukup lama adalah sama dengan alasanku tinggal di Surabaya, yakni; kuliyah. Jika di Surabaya aku menempuh pendidikan D1 Teknisi komputer, di Malang lain lagi. Aku sedang menempuh pendidikan S2 Ekonomi Syariah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sampai tulisan ini buat, aku berada di Malang kurang lebih 3 bulan. Ada banyak hal yang kudapat di kota ini, khususnya di UIN Maulana Malik Ibrahim. Mulai dari teman baru, orang dengan berbagai jenis kekurangan dan kelebihan masing-masing, tempat baru, suasana baru.
 

 foto ini diambil pas aku dan sebagian teman kelas baru selesai mengikuti mata kuliyah dan hendak ke luar melalui lift.
 Sesampainya di halaman depan kampus, ada yang berinisiatif untuk mengabadikan kebersamaan. Kebetulan waktu itu ada sekretaris prodi Ekonomi Syariah, Ust. Jalal, lalu kami ajak untuk foto bareng.
Posisi berdiri, tengah, mengenakan baju batik adalah Ust. Jalal yang dimaksud. Sedang yang lain adalah teman seangkatan. Sebenarnya jumlah kami yang merupakan angkatan pertama adalah 16 orang, cuman saat itu kebetulan tidak datang semua. Bersambung......
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Thursday, June 26, 2014

DIA ADALAH ADIKKU

Dia lebih muda 3 tahun dariku. Namun meski lebih muda, sebagian orang sering mengira dia kakakku, mungkin karena postur tubuhnya yang lebih gede. Aku akui secara fisik dia memang lebih perfect; tinggi, hidung mancung, dan lebih ca’em. Bukan hanya itu, dalam hal berorganisasi, dia lebih mapan dan tepat jika menjadi pemimpin. Orangnya ramah kepada siapapun, dan senyum adalah andalannya memikat perhatian orang lain. Dia selalu berhasil mengakrabi orang bahkan yang baru dikenalnya, suatu hal yang tak ada padaku.

Tanggal 23 Juni kemarin ini adalah hari ulang tahunnya dan sebetulnya aku ingin merayakan itu, tapi sayang dia tak sedang di rumah. Saat itu dia tengah menikmati kesibukannya sebagai Pembina pramuka. Dia membina pramuka di 3 kesatuan gudep berbeda, padahal selain berstatus guru dia sedang menjabat sebagai pemimpin lembaga, yakni sebagai kepala Madrasah. Hanya orang berkrakter aktifis dan disiplin yang sanggup mengatur jadwal kegiatan seperti dia sekarang, maka tak heran jika dia menjadi panutan dan pantas kuacungi jempol. Dia memang pantas menerima pujian.

Hanya saja, namanya juga manusia yang tak bisa lepas dari kekurangan, ada hal yang kadang mengurangi kegantengan dia. Ketika dia menyikapi suatu permasalahan, sering mengedepankan emosi dan ammarah, sehingga sulit menerima keadaan dan pendapat orang lain. Seakan dia lebih dikuasai egonya dan telah menutupi cara berpikirnya yang adem dan sejuk, yang terjadi malah dengan pikiran panas membara. Ketika begitu, kuperhatikan pipinya sedikit tembem berisi, hidungnya kembang kempis, dan matanya agak redup tapi berkaca. Biasanya suara apa pun tak tertangkap telinganya, karena daun telinga indahnya itu sibuk dengan konser angin yang diciptakannya sendiri. Ini suatu kejadian yang sering dialami oleh orang kebanyakan, termasuk aku.

Sekarang dia berumur 21 tahun, usia remaja yang berapi-api namun kadang redup seketika. Di saat tertentu, semangatnya tentang perubahan berkibar indah, tapi di saat yang lain tiba-tiba lemes. Adalah keharusanku menjaganya tetap berkibar indah, menjaga dari segala kemungkinan terpaan angin besar berupa badai yang bisa-bisa merusak dia karena saking kenceng kibaran semangatnya dan mengantisipasi kalau-kalau angin tak ada. Itu artinya aku harus membawakannya kipas atau apalah jika diperlukan yang penting semangatnya berkibar indah, tidak terlalu kenceng atau lemes, sebab aku adalah kakaknya. Aku kakak yang masih malu mengakui sayang pada adiknya. Kakak yang tak bisa menatap wajah adiknya dengan rindu meluap kecuali saat dia terlelap.

Dia adikku, dan aku kakaknya. Ingin sekali aku merayakan ulang tahunnya dengan sangat spesial plus mewah dan megutarakan perasaan sayang dan rinduku selama ini. Ingin kukatakan, “Aku meindukan wajah lucu dan menggemaskan darimu, seperti wajah semasa kanak dulu.” Selamat Ulang Tahun Adikku, semoga Allah memberkahi umurmu dan meridhai cita-citamu, Amien.

Sasar, 24 Juni 2014
>>=== Semoga Anda berkenan ===>>

Muktir Rahman

Muktir Rahman
Muktir adalah nama langka, tidak banyak yang memilikinya, di Negeri ini. Sulit diucapkan, sulit dihafal tapi tidak sulit dikenang.
TA KAN TAH. Powered by Blogger.

My Blog List

Labels